Universitas Mercu Buana Buktikan Kualitas Pendidikan dengan Pengukuhan 3 Guru Besar Baru

Sugeng rawuh Korire Staurant di Website Kami!

Batavia – Kehadiran guru besar di universitas tidak hanya menandai keunggulan universitas dalam merekrut dan mempertahankan staf pengajar utama, tetapi juga mencerminkan komitmen universitas dalam memajukan ilmu pengetahuan dan memberikan pengalaman belajar berkualitas tinggi kepada mahasiswa. Universitas Mercu Buana Buktikan Kualitas Pendidikan dengan Pengukuhan 3 Guru Besar Baru

Apa Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng., Rektor Universitas Mercu Buana (UMB), dalam sambutan yang diberikan pada acara pengukuhan Guru Besar di Universitas Mercu Buana. STIE Totalwin Kelola Magister Manajemen Persiapkan SDM Kompetitif Songsong Indonesia Emas

Pada hari Rabu tanggal 7 Februari 2014 Universitas Mercu Buana kembali mengadakan acara yang mengatasnamakan Prof. Dr. Suraya, M.Dia dari bidang ilmu komunikasi, Prof. Dr. Setyo Riyanto, M.M. Ilmu Manajemen, dan Prof. Dr. Nur Kholisoh, M.Si. dari bidang ilmu komunikasi.

Tiga guru besar baru melengkapi jumlah guru besar yang baru ditetapkan universitas. H. Probosutedjo pada tahun 1985 menjadi 19 orang guru besar.

“Profesor adalah aktor penting baik di dunia akademik maupun masyarakat luas.” Dengan cara ini, perjalanan akademis sang profesor tidak hanya tentang mengejar keunggulan dalam penelitian dan pengajaran, tetapi juga tentang momen pemahaman untuk menjembatani kesenjangan tersebut. antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata masyarakat,” kata Andi.

Lebih lanjut Andi menegaskan, pelantikan ini tidak hanya sekedar perayaan atas prestasi individu, namun juga merupakan cerminan upaya Universitas Mercu Buana dalam menumbuhkan lingkungan yang penuh keingintahuan intelektual, berpikir kritis, dan unggul dalam bidang akademik.

“Universitas kita berdiri sebagai kapal ilmu pengetahuan, dan ketiga profesor yang dilantik tersebut merupakan perwujudan dari semangat penelitian dan penemuan yang menjadi ciri khas kita,” tegas profesor yang terlibat dalam penelitian robot humanoid ini.

Hadir Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Si., Kepala Lembaga Pelayanan Pendidikan Tinggi Wilayah III (LLDIKTI III) dan sejumlah tamu undangan, rekan, dosen dan akademisi yang diselenggarakan dari berbagai universitas di Indonesia.

Ketua LLDIKTI III dalam sambutannya juga menyebutkan, saat ini proporsi guru besar di wilayah DKI Batavia masih sangat sedikit. Jumlahnya hanya 1,8% dari total 29.469 pembaca dengan jabatan fungsional.

Universitas Mercu Buana merupakan salah satu perguruan tinggi yang menyumbang guru besar dalam jumlah besar pada LLDIKTI III, yaitu 19 orang dari 536 guru besar. Universitas Mercu Buana Buktikan Kualitas Pendidikan dengan Pengukuhan 3 Guru Besar Baru

“Data menunjukkan terdapat perbedaan yang besar antara fungsi pembaca dan kerja di perguruan tinggi swasta di DKI Batavia.” Kesenjangan tersebut menunjukkan perlunya percepatan kelahiran guru besar baru agar mutu pendidikan perguruan tinggi di Indonesia dapat meningkat. Tutup Toni. Senang pemilu, Rudyono: Tidak boleh ada partisipasi negatif bagi kampus untuk melindungi semua kalangan. Korire Staurant 12 Februari 2024