Arsip Tag: Tech News

Situs KawalPemilu: Cara Mudah dan Cerdas untuk Mengawal Hasil Pemilu 2024

Korire Staurant, Jakarta – Semangat demokrasi kembali berkobar di Indonesia! Bertepatan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, situs KawalPemilu kembali hadir.

Pasca rehat pasca Pilpres 2019, situs KawalPemilu hadir sebagai wadah bagi para pemilih untuk menyaksikan pilihannya dalam pesta demokrasi di Indonesia.

Situs KawalPemilu terbuka untuk digunakan oleh masyarakat, relawan dan saksi partai politik, pengurus KPPS, KPU, Bawaslu dan masyarakat umum.

Platform ini tidak memantau pemilu politik, dan dirancang untuk mendeteksi berbagai kejanggalan, seperti kesalahan angka atau jumlah suara lebih besar dari jumlah pemilih.

Keberadaan situs KawalPemilu sendiri karena hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai kelanjutan KPU Situng.

Selain itu, belum bisa dipastikan apakah makalah C.Hasil Salinan-PPWP akan dibuka untuk umum seperti tahun 2014 dan 2019.

Apa status KawalPemilu?

KawalPemilu merupakan dana nasional yang berbasis data atau Pro Data.

Yayasan ini didirikan pada tahun 2014, dan bertujuan untuk membangun efektivitas suara masyarakat dalam pemilu dengan menggunakan teknologi data yang cepat dan akurat.

Konon tujuan utama KawalPemilu adalah memantau pelaksanaan dan penghitungan hasil pemilu di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-Indonesia.

Masyarakat atau partai politik dapat melamar posisi ini melalui tautan https://kawalpemilu.org/ yang memberikan hasil sementara Pemilu 2024.

KawalPemilu mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut aktif memantau Pilpres 2024. Caranya mudah, cukup ikuti langkah Upload-Write-Send (UTK):

1. Sisipkan: Foto halaman 2 hasil Kertas C. PPWP setelah penghitungan suara di TPS di situs kawalpemilu.org.

2. Tulis: Isikan jumlah suara masing-masing pasangan presiden/wakil presiden pada kolom yang tersedia.

3. Kirim: Klik tombol Kirim dan informasi Anda akan dikirimkan ke perangkat lunak KawalPemilu.

Siapapun Bisa Bergabung!

Website KawalPemilu terbuka untuk semua kalangan, baik relawan, saksi partai politik, KPPS, KPU, pejabat Bawaslu, dan masyarakat. Framework ini dirancang untuk mendeteksi berbagai kesalahan, seperti salah angka atau jumlah suara lebih besar dari jumlah pemilih.

Harapan akan Keterbukaan Informasi

Meski tidak memiliki akses terhadap formulir C.Hasil Salinan PPWP, KawalPemilu tetap berharap KPU akan merilis hasil formulir tersebut ke publik. Hal ini penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam proses penghitungan suara.

Mari Kita Kendalikan Suara Kita Bersama!

KawalPemilu 2024 menjadi bukti demokrasi terus berkembang di Indonesia. Partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu merupakan kunci terwujudnya pemilu yang adil, jujur, dan adil.

Hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 hari ini, Rabu (14/2/2024), berada pada wilayah penelitian yang berbeda.

Berdasarkan hasil pemungutan suara cepat LSI Denny JA, perolehan suara mencapai 53,75 persen, Prabowo-Gibran memimpin dengan perolehan suara 59,58 persen.

Sedangkan Anies-Muhaimin memperoleh suara 22,36 persen, dan Ganjar-Mahfud 18,06 persen.

Hasil prediksi cepat Pemilu 2024 ini juga banyak dilihat oleh pengguna online, khususnya di media sosial X – yang dulu bernama Twitter.

Banyak masyarakat Indonesia yang terkejut dan pasrah dengan statistik awal tahun 2024 dari banyak penelitian di tanah air.

Berikut berbagai tanggapan netizen yang dirangkum dari rilis media X.

“Jujur saya kecewa melihat hasil perhitungan cepatnya, padahal saya duga, saya terkejut. Percaya semuanya.” tweet @H**** .

Akun @h**** menulis di X , “pelan-pelan kak, gak mau lihat bacaan cepatnya lagi😞.”

“Kegelisahan menunggu hasil matematika langsung sama seperti saat menunggu hasil SBMPTN,” kata seorang @n**** di media sosial yang dulu bernama Twitter.

“SENANG SEMUA MELIHAT HASIL VOTING CEPAT😭😭,” kata @p****.

Reporter @l**** mentweet, “Hasil hitung cepatnya mengejutkan. Saya pikir itu akan tajam, saya tidak tahu apakah 02 sangat lemah. Ketika jajak pendapat dibuka oleh kelompok, itu lebih menakjubkan. hahaha Jawa Tengah Bali yang biasanya PDP sekarang banyak 02. gila.”

“Aku masih mencoba mencari tahu. Ini bacaan singkat…kan?” tweet @m****.

“Jika melihat hasil pembacaan cepat sementara, terlihat 02 pengikut me-retweet X, bahkan **** di jejaring sosial X Twitter.

Jangan Sampai Data Pribadi Bocor! Ini Dia Langkah-Langkah Mencegahnya

Korire Staurant, Jakarta – Khawatir dengan data Anda? Di era digital ini, kita semua menghadapi berbagai ancaman online, seperti pelanggaran data, pencurian identitas, dan pelanggaran privasi.

Oleh karena itu, kita harus proaktif dan melindungi informasi pribadi dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Salah satu tantangan yang dihadapi pengguna internet adalah terbatasnya akses terhadap beberapa aplikasi populer di beberapa negara.

Misalnya, pada tahun 2023, larangan AS terhadap TikTok memicu kontroversi, menyebabkan banyak pengguna mencari alternatif atau mengunduh aplikasi versi bajakan.

Namun, hal ini bisa berbahaya karena program alternatif atau bajakan mungkin tidak memiliki standar keamanan dan privasi yang memadai.

Aplikasi palsu atau alternatif dapat mengumpulkan data sensitif tanpa sepengetahuan kami. Data ini dapat disalahgunakan atau dijual kepada pihak ketiga yang tidak dikenal.

Oleh karena itu, kita harus berhati-hati saat memilih dan menginstal aplikasi di perangkat kita. Berikut beberapa tips melindungi data pribadi yang dibagikan oleh pakar keamanan siber Kaspersky. Jangan terburu-buru mengunduh program baru.

Sebelum menginstal aplikasi yang belum terverifikasi, kita harus mempertimbangkan dulu pro dan kontranya.

Apakah saya benar-benar perlu melamar? Apakah aplikasi berasal dari sumber tepercaya atau mendapat ulasan positif dari pengguna lain?

Toko aplikasi resmi selalu merupakan pilihan yang lebih aman daripada situs atau platform yang tidak jelas.

Pahami hak privasi Anda sebagai pengguna internet.

Setiap negara memiliki undang-undang mengenai hak pelanggan dan penanganan data pribadi.

Di Indonesia, undang-undang ini disebut Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Kita perlu memahami hak-hak kita sebagai pengguna data, seperti hak untuk mengakses, mengubah, menghapus atau menarik data pribadi kita.

Kami juga harus membaca kebijakan privasi setiap aplikasi yang kami gunakan dan memastikan aplikasi tersebut menghormati hak kami dan hanya mengumpulkan data yang relevan dan diperlukan. Jangan membesar-besarkan data.

Semakin banyak data yang kami berikan ke suatu aplikasi, semakin besar potensi data tersebut disusupi atau disalahgunakan.

Kita harus membatasi akses aplikasi ke data pribadi kita (seperti foto, kontak, lokasi, atau mikrofon) kecuali aplikasi tersebut benar-benar membutuhkannya agar dapat berfungsi dengan baik.

Kita juga harus menghapus atau menonaktifkan aplikasi yang sudah tidak kita gunakan lagi agar data kita tidak tersimpan disana.

Solusi keamanan modern menjaga data pribadi tetap aman saat online

Solusi keamanan modern dapat mencegah aplikasi mengakses informasi pribadi, memperingatkan pengguna ketika nomor telepon dan data lainnya disusupi, dan memperingatkan pengguna ketika file berbahaya diunduh.

Ada juga layanan yang dapat membantu meningkatkan keamanan data pribadi Anda dengan mengikuti petunjuk sederhana.

“Membatasi aplikasi populer telah menjadi praktik yang lebih umum dibandingkan sebelumnya,” komentar Anna Larkina, pakar analisis konten web.

Ia menambahkan, “Pengguna yang mencari alternatif tidak selalu memiliki akses ke aplikasi berkualitas dengan kebijakan privasi yang transparan.”

Berdasarkan hal di atas, pengguna Internet dapat mencegah informasi pribadinya atau informasi pribadi orang lain jatuh ke tangan yang salah.