Arsip Tag: tamara tyasmara

Pelaku Kasus Kematian Putranya Ditangkap, Tamara Tyasmara: Semua Orang Bilang Aku Diam

Korire Staurant, Jakarta – Selebriti Instagram (selebgram) Tamara Tiasmara bergembira karena polisi telah ditetapkan sebagai tersangka atas kematian putranya Dante.

Ia pun menjelaskan alasannya tidak banyak bicara soal ini.

Baca juga: Terungkap Rekaman CCTV, Suami Tamara Tiasmara Kubur Kepala Dante sebanyak 12 Kali

Pasalnya, fokus pada kasus kematian anak yang kini berada di tangan polisi.

“Kami bungkam dari kemarin, bukan berarti saya tidak berbuat apa-apa, tapi semua orang ngomong,” kata Tamara Tiasmara di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (9/2).

Baca juga: Ada Pihak Ketiga antara Teuku Ryan dan Ria Ricis?

Ia mengaku sempat melihat rekaman CCTV yang menunjukkan penyebab kematian putranya.

Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak tinggal diam sejak saat itu.

Baca juga: Kabar Anggota TNI Hadirkan Ayo Ting Ting, Romo Ojak: Doakan Saja

Tamara Tiasmara berkata, “Tidak mungkin kita diam saja terhadap digitalisasi anak-anak. Jadi, mohon pengertiannya, bukan berarti saya menyembunyikannya. Saya ingin pergi dengan tenang tanpa harus berkata apa-apa.”

Belum lama ini, Tamara Tiasmara merilis kabar duka putranya Dante meninggal di kolam renang.

Saat ini, polisi diketahui terlibat dalam kasus tersebut.

Nyonya Tamara Tiasmara bergelar YA dihadirkan sebagai tersangka kasus kematian Dante. (mcr7/jpnn)

Anak Tewas Ditenggelamkan, Kecurigaan Angger Dimas Terbukti

Jakarta –

Polisi telah merilis kronologi kematian anak Tamara Tiasmara dan Anger Dimas, Dante, yang meninggal karena tenggelam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Dante ditenggelamkan IA sebanyak 12 kali dengan durasi 54 detik.

Mendengar hal itu, Dimas yang geram mengatakan, kecurigaannya selama ini terbukti.

“Seperti yang teman-teman lihat, 12 kali, yang terakhir paling menyakitkan ya, 54 detik ya, sungguh,… aku kesal. Saya curiga selama ini,’ kata Marah Dimas dengan suara gemetar saat ditemui Polda Metro Jia, Selasa (13/2/2024).

Kecurigaannya terhadap kejanggalan kematian Dante terbukti, ia bersaksi, kronologi yang disampaikan polisi saat dibebaskan kemarin benar.

“Saya telepon prajurit yang sedang tidur, saya telepon begitu, itu kecurigaan bapak terhadap anaknya. Kenapa dia curiga, otopsi macam-macam dan saya bisa pastikan kronologi polisi ada di sana. Bagus,” kata Marah Dimas .

Dimas yang marah pun merasa ancaman hukuman YA itu wajar. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada polisi dan media, karena kasus kematian putranya terungkap.

Benar (soal ancaman hukuman bagi YA). Apapun itu ya kepada netizen yang membantu, teman-teman media, hingga polisi terima kasih, tutupnya.

Simak video “Bays Dimas Bantah Matahari Tak Bisa Berenang” (ahs/wes)

Ibunda Tamara Tyasmara Mau Tersangka Pembunuh Dante Dihukum Berat

Jakarta –

Ibunda Tamara Tyasmara melakukan pemeriksaan tambahan atas kematian cucunya Dante di Polda Metro Jaya. Nenek dengan tulus ingin agar Yudha Arafandi dihukum seberat-beratnya sebagai tersangka.

Ibu Tamara Tyasmara menjalani pemeriksaan tambahan selama 4 jam dan dicecar 11 pertanyaan.

Ibunda Tamara Tyasmara tak banyak bicara usai ujian. Ia hanya berharap Yudha Arafandi yang kini namanya telah ditetapkan sebagai tersangka, dihukum seberat-beratnya atas perbuatan kejinya tersebut.

“Meminta seadil-adilnya, intinya meminta hukuman seberat-beratnya kepada tersangka. Itu saja yang saya minta,” kata ibunda Tamara Tyasmara saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (21/2/2024).

“Saya fokus ke Dante. Saya minta keadilan, saya minta tersangka dihukum seberat-beratnya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum Tamara Tyasmara, Sandy Arifin, memberikan tambahan bukti berupa foto kepada penyidik.

Buktinya bisa seperti gambar. Sekadar bukti tambahan, kata Sandy Arifin.

Meski kematian Dante masih belum terpecahkan, Sandy Ariffin meyakinkan Tamara Tysmara akan terus membantu penyidik ​​mengungkap kasus tersebut.

“Kami belum tahu, kalau panggilan itu benar, klien kami akan kooperatif dalam pemeriksaannya,” kata Sandy Arifin. Tonton video “Dokter forensik bilang paru-paru Dante meleleh” (ahs/nanah)

Tamara Tyasmara Klarifikasi Tuduhan Lindungi dan Sekongkol Bareng Pacar

Jakarta –

Tamara Tyasmara tak menyangka masyarakat menyalahkannya atas kesedihan yang ia alami atas meninggalnya putra semata wayangnya. Tamara dituduh melindungi dan menyembunyikan pacarnya, sampai-sampai dia mengatakan dia “mengarahkan peristiwa kekerasan” untuk melakukan apa yang dilakukan kekasihnya.

Mantan istri Anger Dimas ini menegaskan, dirinya sulit untuk diabaikan jika menyangkut kehidupan anak. Ia mengaku Dante sudah meninggal usai kejadian tersebut, ia tetap enggan berbicara dan menemui Yudha Arfandi yang diketahui bernama AY.

“Kita mau spesial atau apalah (hubungannya), soal anak, kematian pun aku tidak bisa menyembunyikannya. Dante tidak ada masalah dengannya, dia sangat mencintai Dante,” kata Tamara Tyasmara. komunikasi telepon dengan detikcom kemarin.

Namun setelah kasusnya ditutup Polda Metro Jaya, Tamara Tyasmara memilih bungkam karena tak ingin melihat apa yang ditemukan polisi. Jelas keputusannya untuk bungkam terkesan salah di mata netizen sehingga menimbulkan banyak spekulasi.

Salah satunya saat mengetahui Tamara Tyasmara dan Yudha Arfandi melihat kolam tersebut pada 22 Januari 2024. Tamara Tyasmara dituding ‘mengelola tempat ilegal’ sebelum sang anak meninggal di sana.

Tamara Tyasmara mengabarkan kedatangannya di kolam renang pada 22 Januari 2024.

Jadi kita nggak mau mementingkan hal-hal. Netizen ini bilang, ‘Seorang ibu membunuh anaknya’. Saya pergi ke kolam renang tanggal 22. Itu benar-benar penyelidikan, saya sudah dekat ke rumah Arfandi. Kebetulan tanggal 22 aku sedang puasa, jadi “aku bulan Rajab. Kami mau berbuka, aku dan Fandi mau buka puasa bersama dan pergi makan. Lihat di dekat sini, Pondok Kelapa. Fandy bilang ada kolam di dekatnya,” kata Tamara Tyasmara.

Sementara itu, Tamara Tyasmara kerap mengajak Dante berenang di tempat-tempat seperti waterpark. Karena Tamara Tyasmara belum pernah melihat kolam renang umum, akhirnya ia mengajak Arfandi datang dan melihat keadaannya.

“Aku anak yang luar biasa, apalagi soal Dante. Arfandi bilang, ‘Kapan-kapan kita berenang di sini, dekat rumah.’ Saya bilang iya, ayo kita ke restorannya sebelum buka. Saya pergi ke sana dan melihat ada air. Sampai saya bertanya kepada penjaganya: ‘Airnya jelek banget?’ “Tidak bu, aku mau dikosongkan karena akhir pekan kotor.” Aku bilang pada Fandi, baguslah di kolam ada mainan, besok ibu bisa berenang di sini, besok aku ingin berenang, tapi itu terjadi. Hujan terus turun,” jelasnya.

“Wartawan internet bilang ada 22 orang yang berburu untuk membunuh anaknya, astaghfirullah ya Allah. Kenapa tidak cari tahu dulu sebelum mulai berpikir. Makin hari makin parah, rumornya makin berkembang,” keluh Tamara Tyasmara.

Hingga saat ini polisi masih menetapkan Yudha Arfandi sebagai tersangka yang menghilangkan nyawa Dante. Polisi mendakwa Yudha Arfandi dengan tuduhan berlapis UU Perlindungan Anak dan pembunuhan tingkat satu.

Rekaman CCTV yang juga beredar memperlihatkan Arfandi menenggelamkan jenazah Dante di kolam. Tak sekali pun Arfandi melakukan hal tersebut sekitar belasan kali hingga Dante tertatih-tatih usai digendong ke atas kolam.

Tonton video ‘Tamara Tyasmara mempertanyakan motif YA tenggelam dan membiarkan Dante mati’:

(kucing/monyet)

Pernyataan Dokter Forensik Soal Penyebab Anak Tamara Tyasmara Meninggal

Batavia –

Meninggalnya Tamara Tyasmara, putra artis Dantes, menghebohkan opini publik. Awalnya bocah enam tahun itu diduga ditenggelamkan oleh Yudha Arfandi, kekasih Tamara yang kini berstatus tersangka.

Polda Metro Jaya yang menangani kasus Danti kemudian melakukan penggalian atau penggalian jenazah dari kuburnya untuk keperluan penelitian. Jenazah putra tunggal Tamara Tyasmara itu diautopsi oleh dokter forensik Farah Kaurow.

“Tanggal 5 Februari kami menerima pemeriksaan penggalian dan otopsi. Kegiatan penyidik ​​sudah kami koordinasikan dan penggalian makam sudah selesai pada 6 Maret di TPU Jeruk Purut,” kata Farah di Mapolda Metro Jaya, Batavia Pusat, Senin (2/12/2024).

Farah Kaurow kemudian menjelaskan kondisi jenazah Dante saat autopsi. Dia menyatakan, tidak ada bukti kekerasan terhadap bocah tersebut.

“Korban dikubur 10 hari, jenazah membusuk. Kulit wajah, leher, dan dada saya sebagian hilang. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian kulit yang tersisa, dan tidak ditemukan adanya patah tulang. Tulang,” katanya.

Adapun dugaan Dantes tenggelam, awalnya Farah Kaurow tidak menemukan jejak tersebut, karena ia melakukan otopsi 10 hari setelah kematiannya. Namun, ia memastikan gejala yang dialami Dante hilang setelah berkonsultasi dengan dokter yang sebelumnya merawatnya.

“Adapun tanda-tanda tenggelam, apakah badan masih segar, badan basah, atau tanda-tanda tenggelam seperti keriput, anggota badan dingin, akhirnya berbusa, dan itulah tanda-tanda korban meninggal. Tapi kami baru tenang 10 hari setelah kematian. “Kami tidak menemukannya. Kami memeriksakan diri ke dokter dan mereka memastikan gejalanya,” katanya.

Farah Kaurow juga fokus pada otopsi bagian tubuh Dant lainnya. Dari situlah Tamara Tyasmara mengira bayi tersebut meninggal karena tenggelam.

“Saat otopsi, organ mulai membusuk, paru-paru meleleh, dan kami menemukan banyak air masuk ke dalam. Tentu saja dia tenggelam, kami mengambil sumsum tulang pahanya. Inilah fokusnya. penggalian kami,” katanya.

“Penyidik ​​mendapat informasi gejala tenggelam, tanda kekurangan oksigen dengan bibir ungu, korban kekurangan oksigen. Sedangkan korban disimpulkan meninggal dunia akibat tenggelam atau air masuk ke organ tubuh,” lanjutnya.

Yudha Arfandi sendiri saat ini ditahan polisi. Pihak berwenang juga menghadapi hukuman mati. Tonton video “Tamara Tyasmara menjalani pemeriksaan kejiwaan selama 3 jam dalam kasus Dante” (vis/ass)

Raffi Ahmad Mengaku Kenal Tersangka Kasus Kematian Dante

Korire Staurant, Jakarta – Pembawa acara Raffi Ahmad tak memungkiri mengenal sosok Yudha Arfandi alias YA, kekasih Tamara Tyasmara.

YA saat ini didakwa atas kematian Dante, putra Tamara Tyasmara.

Baca juga: Raffi Ahmad Mendukung Komeng dan Menanggapinya Sebagai Berikut

Raffi Ahmad mengaku mengenalkannya pada YA karena komunitas sepeda motor.

“Tahu YA, mereka hanya teman sekelompok pengendara sepeda,” kata Raffi Ahmad di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (16/2).

Baca Juga: Mengenal Pacar Tamara Tyasmara, Raffi Ahmad: Dia Cuma Teman Motor.

Meski mengenalnya, ayah kedua anak ini mengaku sudah lama tidak berbicara dengan YA.

Raffi Ahmad berkata, “Hei, sudah lama kita tidak ngobrol, sudah lama jauh dari motor tua. Ayo.

Baca juga Kisah Menarik 3 Penyanyi: Anak Tamara Takut Berenang Jawaban Adul

Sebelumnya, kekasih Tamara Tyasmara YA itu diduga mengenal Raffi Ahmad.

Bermula dari foto di media sosial yang memperlihatkan YA bersama suaminya Nagita Slavina dan teman-temannya yang lain.

YA kini ditahan setelah namanya terungkap sebagai tersangka pembunuhan Dante. (mcr7 / jpnn)

Kronologi Lengkap Pacar Tamara Tyasmara Tenggelamkan Tubuh Dante ke Kolam

Jakarta –

Hari ini polisi merilis kasus pembunuhan putra Tamara Tyasmara, Dante, yang terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu, kata Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya kepada wartawan, Senin (12/2/2024).

“Pada hari Sabtu tanggal 27 Januari 2024 sekitar pukul 11.30 WIB, informasi Tamara Tyasmara bersama anak korban RA meninggalkan rumah tempat mereka menginap dan menuju ke rumah JPU YA yang berbicara di Jakarta Timur, dengan maksud membawa putranya. korban RA (almarhum) menemui anak MAA Pada hari Sabtu tanggal 27 Januari 2024 sekitar pukul 15.00 WIB tersangka (YA) meninggalkan rumah dekat Duren Sawit bersama anak korban RA (almarhum) dan anak MAA menuju Kolam Renang Palem Jl . Raya Pondok Kelapa RT 011 RW 011 Kel. Pondok Kelapa , Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, “kata Kompol Wira Satya di Polda Metro Jaya.

YA sudah mengajak Dante untuk pemanasan. Namun saat Dante memasuki kolam sedalam 1,3 meter itu, YA masih berada di atas kolam.

“Sebelum mandi, pelapor mengajak korban (RA) dan anak tersangka untuk melakukan pemanasan dan menyuruh anak terdakwa (RA) dan anak pemohon (MAA) untuk menyelam (memegang kepala anak sasaran di dalam air namun menjaga kedua tangan di tepi kolam Di kolam dewasa operasi memakan waktu sekitar 15 menit hingga 20 Pembunuh (RA) dan anak (MAA) pindah ke kolam anak-anak, korban (RA) berada di kolam renang dan anak (MAA) dalam waktu sekitar 30 menit,” jelasnya lebih lanjut.

Dante diperkenalkan oleh YA dua kali dengan durasi antara tujuh dan delapan detik. YA kemudian mengajak Dante dan anak-anaknya pindah ke kolam dewasa dengan kedalaman 1,5 meter.

“Di tempat itu, terdakwa kembali memasukkan jenazah korban (RA) ke dalam air sedalam 1,5 m dengan durasi pencelupan jenazah korban selama 14 detik, 24 detik, 4 detik, 2 detik, 26 detik. , 4 detik, 21 detik, 7 detik, 17 detik, 8 detik, 26 detik, 54 detik dengan tersangka memegang anak pelaku pembunuhan (RA) di tengah dengan kedua tangannya,” imbuhnya.

Saat itu Dante mencoba menarik diri, namun YA dengan cepat menarik Dante kembali untuk melanjutkan berenang dan YA melakukannya sebanyak empat kali.

“Setiap kali korban ingin mencapai tepian kolam, terdakwa menarik tubuh/kaki korban untuk terus berenang dan terdakwa melakukannya sebanyak 4 kali. Setelah itu, anak korban (RA) pergi ke tepi bak mandi dan meraihnya. pinggir air mancur lalu terbatuk-batuk,” jelasnya lebih lanjut. .

Sekitar pukul 16.50.11 di CCTV, korban awalnya pingsan, kemudian tersangka mengangkatnya ke dalam kolam renang, setelah anak korban bersin (RA), korban kemudian pingsan dan meninggal dunia, kata Kompol Wira Satya. .

Duta Muda yang dihadirkan hari ini tidak berbicara sama sekali. Dia melihat ke bawah ketika itu muncul.

Tonton video “Tamara Tyasmara Hadapi 15 Pertanyaan Soal Kematian Putranya” (wes/pus)

Pacar Tamara Tyasmara Benamkan Dante ke Kolam Biar Kuat tapi Berujung Tewas

Jakarta –

Polisi masih mendalami ponsel Yudha Arfandi atau YA yang diduga menjadi penyebab meninggalnya putra Tamara Tyasmara, Dante. Yudha Arfandi berdalih dirinya membenamkan Dante ke dalam air untuk memastikan pernapasannya kuat.

Hingga saat ini, peneliti telah mengajukan 62 pertanyaan kepada Yudha Arfandi.

Kali ini ia mengaku membenamkan Dante di kolam untuk melakukan latihan pernapasan agar tidak panik dan membuatnya kuat. Sayangnya, situasi ini mengakibatkan kematian anak tersebut.

Hal itu dibenarkan Kasubdit Jatanras AKBP Rovan Richard Mahenu. Ternyata Dante dan Yudha Arfandi sudah berenang selama 2,5 jam.

Tersangka mengaku berenang di air selama 2,5 jam dan tujuan latihan menyelam adalah latihan pernafasan agar lebih kuat, tidak pengecut dan tidak takut air, kata AKBP Rovan Richard Mahenu kepada wartawan, Minggu. . /2/2024).

Pemeriksaan terhadap YA juga dipastikan belum selesai dan pemeriksaan akan dilanjutkan besok.

Pemeriksaan terhadap tersangka akan dilanjutkan besok, kata Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya Kompol Wira Satya Triputra. (ah/kucing)

Angger Dimas Sebut Dante Tidak Bisa Berenang, Bantah Klaim Tamara Tyasmara

JAKARTA – Marah Dimas menyebut putranya Raden Andante Khalif Pramudityo alias Dante tidak bisa berenang. Berbeda dengan apa yang diutarakan Tamara Tyasmara, ibu dari seorang anak laki-laki berusia 6 tahun sebelumnya.

Tamara baru-baru ini mengungkapkan bahwa Dante sudah bisa berenang karena mengikuti pelajaran renang. Dimas, sebaliknya, mengatakan putranya sedang mengambil pelajaran renang dari temannya.

Namun, Dante hanya mengikuti pelajaran renang selama satu atau dua tahun. Ia pun berhenti menghadiri acara tersebut karena pandemi Covid-19.

“Pertama, saya tidak pernah berkomentar (apakah Dante ikut les renang). Kedua, ya, saat dia berumur satu hingga dua tahun, saya ikut les renang bersama temannya di kawasan Buana Indah,” kata Borda Metro. Dimas. Jumat, 9 Februari 2024, Jaya, Jakarta.

“Kami sudah selesai karena COVID. Saya kira anak-anak saya belum bisa berenang,” lanjutnya.

Selain itu, DJ kondang Indonesia itu mengaku belum mengetahui kalau putranya sedang mengikuti les renang. Karena Tamara tidak pernah memberitahunya tentang hal itu.

Begitu pula Dante yang tak membeberkan pelajaran renangnya kepada ayahnya. Sementara itu, sebulan sebelum kematian Dante, bocah itu memberi tahu ayahnya bahwa dia tidak ingin berenang lagi.

Dante pun meminta ayahnya menyampaikan keinginannya kepada Tamara. Rupanya, ini adalah permintaan terakhir Dante kepada Dimas sebelum kematiannya.

Angger Dimas Jalani Pemeriksaan Kejiwaan, Banyak Ditanya Pasca-Kematian Dante

JAKARTA – Angger Dimas, mantan suami Tamara Tyasmara, menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa pada Selasa (13/2/2024) di Polda Metro Jaya.

Pemeriksaan berlangsung selama 2,5 jam untuk mengetahui kondisi psikolog Angger Dimas pasca meninggalnya putranya, Raden Andante Khalif Pramudityo alias Dante.

“Cuma tes mental, kita pakai. Misalnya kalau ada kerugian, kita harus periksa psikologi kita, apakah kita gila atau tidak,” kata Angger Dimas usai pemeriksaan dan Polda Metro Jaya.

Alhasil, mantan suami Tamara Tyasmara itu masih bertanya-tanya apakah polisi akan memberikan penjelasan nanti.

Nanti hasilnya akan ditunjukkan ke polisi, jadi kita belum tahu hasilnya apa, kita tanya saja polanya, kata Angger Dimas.

Selama 2,5 jam, Angger Dimas menjelaskan, dirinya hanya ditanyai pertanyaan biasa, seperti pertanyaan tentang cerita dan perasaan setelah Dante meninggalkannya.

“Pertanyaan pun berdatangan: ‘apa kabar, apa kabar?’ “Bagaimana perasaannya jika orang yang meninggal tidak ada,” jelas Angger Dimas.

Awalnya, dokter pemeriksa buka mulut soal luka di tubuh Dante, putra Tamara Tyasmara. Farah dari Tim Kedokteran Forensik RS Polri Kramat Jati memberikan penjelasan ilmiah atas luka yang dialami pria berusia 6 tahun tersebut.

Menurut Farah, luka di tubuh Dante merupakan hal yang wajar bagi mereka yang meninggal dalam 30 menit pertama.

Ini Kekasih Tamara Tyasmara Saat Ditangkap Sebagai Tersangka Meninggalnya Dante

Jakarta –

Kasus meninggalnya Dante putra Achu Dimash dan Tamara Tayasmara memasuki babak baru. Pagi tadi, 9 Februari 2024, polisi menangkap Y.A karena diduga menyebabkan kematian Dante. menangkap seseorang bernama

Ya, dikenal sebagai tersangka Ya, ini tersangka sekaligus yang mengajak Dante mandi sebelum meninggal.

Foto YA itu terlihat tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.00 WIB. Terlihat Ya.A sedang menunduk dan melihat ke belakang polisi yang bersamanya

Dia tidak mengatakan apa pun bahkan ketika dia sampai di kantor polisi. YA juga tampak diborgol

Sebelumnya, Ya ditahan di kediamannya di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Kompol Ade Ari mengatakan, penyidik ​​menangkap Kakak Ya terkait kematian putra adiknya, Tamara.

“Pandok ditangkap di rumahnya di kawasan Kelapa. Tersangka kemudian dibawa ke Subdit Perjalanan Detreskrim Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Ya, dia masuk dalam daftar saksi polisi atas meninggalnya Dante yang diduga tenggelam. Tonton video “Polisi menjelaskan jenazah putra Tamara Tayasmara” di mana Ya.

Tanda-tanda Tenggelam di Tubuh Anak Tamara: Paru-paru ‘Mencair’

Jakarta –

Tim forensik sedang menyelidiki penyebab kematian putra pesinetron Tamara Tyasmara, Dante. Bocah enam tahun ini dikabarkan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang di Jakarta Timur.

Dokter forensik RS Polri Kramat Jati. Farah Primdani, SPFM, mengatakan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dokter forensik juga tidak menemukan patah tulang di tubuhnya.

Karena kondisi jenazah Dante yang sudah membusuk, tim medis membutuhkan waktu lebih lama untuk mengetahui penyebab kematiannya. Dengan memeriksa organ dalam tubuh untuk mengetahui penyebab kematiannya.

“Pada visum, setelah jenazah semakin membusuk, beberapa bagian tubuh mulai melunak, terutama paru-paru yang mencair. Kami mengira karena terlalu banyak air, sehingga tidak ditemukan bekasnya. paru-paru,” kata Dr. Farah.

Dari hasil pemeriksaan awal, pemeriksa medis juga menemukan tanda-tanda pencekikan. Dari segi tanda-tanda tenggelam, para peneliti menemukan bibir berwarna ungu kebiruan serta kerutan yang menandakan kekurangan oksigen.

Dr. Farah mengatakan, “Kami menyimpulkan bahwa korban menderita kekurangan oksigen yang parah dan ada tanaman air di hatinya. Kami menyimpulkan bahwa korban meninggal karena tenggelam atau air masuk ke sistem pernapasan.” (tahu/di atas)