Arsip Tag: katak

Sebesar Kutu, Katak Mungil Ini Raih Gelar Vertebrata Terkecil di Dunia

LIMA – Kabar baik bagi pecinta binatang kecil yang lucu! Seekor katak kecil bernama Katak Kutu (Brachycephalus pulex) dinobatkan sebagai katak terkecil, bahkan hewan vertebrata terkecil, di dunia.

Mereka memang berukuran mini, bahkan lebih kecil dari kacang polong! Rata-rata katak jantan memiliki panjang lebih dari 7 milimeter (0,28 inci), sedangkan katak betina sedikit lebih besar dari 8 milimeter (0,32 inci), menurut sebuah studi baru yang menguji klaim katak tersebut sebagai spesies terkecil.

Seperti dilansir IFL Science, Kamis (15/2/2024), amfibi kecil yang dikenal dengan nama katak kutu ini secara taksonomi endemik di bagian selatan Bahia, Brazil.

Pertama kali dijelaskan pada tahun 2011, namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan status dewasa dan mengklaim bahwa ia adalah katak terkecil di dunia.

“Mengidentifikasi katak terkecil di dunia bukanlah tugas yang mudah,” jelas tim peneliti di balik penelitian terbaru ini.

Untuk melakukan hal ini, mereka mengukur panjang tubuh 46 individu B. pulex dan membandingkannya dengan spesies katak kecil lainnya, termasuk “katak terkecil di dunia” yang telah diidentifikasi sebelumnya, Paedophryne amauensis.

Penemuan ini menjadi kabar menggembirakan bagi para ahli biologi dan pecinta hewan kecil. Katak Kodok kecil ini menunjukkan keanekaragaman luar biasa yang masih ada di planet kita, dan mendorong kita untuk terus menjelajah dan belajar tentang alam.

Fosil Katak Purba dengan Ratusan Telur di Perutnya Ditemukan

BEIJING – Fosil katak berumur 100 juta tahun yang ditemukan dengan telur di perutnya menarik sekaligus menyedihkan.

Katak yang diberi nama “Belzebufo ampinga” ini merupakan fosil katak purba yang ditemukan di Madagaskar pada tahun 2008. Fosil ini menunjukkan bahwa katak purba ini memiliki sistem reproduksi yang berbeda dengan katak modern.

Telur yang ditemukan di dalam perut katak menunjukkan bahwa kemungkinan besar katak tersebut mati saat bertelur. Hal ini kemungkinan terjadi karena katak ini melepaskan telur dalam jumlah besar sekaligus, sehingga dapat menyebabkan komplikasi dan kematian.

Katak yang bertelur merupakan sasaran empuk predator. Katak ini mungkin menjadi mangsa ketika bertelur dan telurnya dimakan predator.

Seperti dilansir IFL Science, fosil katak ini ditemukan di endapan lumpur. Kemungkinan katak ini terjebak di dalam lumpur dan tidak dapat melarikan diri hingga mati bersama telur-telurnya.

Meskipun fosil katak ini memberikan informasi berharga tentang evolusi reproduksi katak, kematiannya rupanya tragis. Kematian katak ini bisa disebabkan oleh proses perkembangbiakan yang berbahaya, dimakan predator, atau terjebak di lumpur.