Arsip Tag: diabetes

Tetap Jaga Asupan Gula ketika Rayakan Imlek

Korire Staurant, JAKARTA – Menjaga asupan gula dan kendali porsi menjadi salah satu cara tetap sehat saat merayakan Tahun Baru Imlek Naga Kayu 2024. “Kurangi porsi makan atau lakukan diet menjelang Imlek, minum air “Sebelum makan agar merasa kenyang sehingga nafsu makan banyak berkurang,” kata Head of Underwriting Department Sequis, Dr. Fredulon Situ Pandu, dalam siaran pers yang diterima Sequis di Jakarta, Kamis (8/2/2024).

Dijelaskannya, masakan-masakan saat perayaan Imlek seringkali menambah nafsu makan, mulai dari cara penyajian yang menarik, rasa yang ingin ditambah porsinya, aromanya yang harum hingga rasa yang menggugah selera. Fridolin menyarankan siapa pun untuk mengatur bagian-bagiannya agar tidak menjadi gila.

Memberikan saran mengenai konsumsi makanan saat Tahun Baru Imlek, Fridolin mengatakan: “Anda bisa mengonsumsi buah-buahan saat sarapan, seperti pisang, agar merasa kenyang sebelum pesta makan siang. Hindari juga minuman berkarbonasi, alkohol, dan minuman yang mengandung pemanis buatan.”

Perayaan Imlek juga identik dengan makanan manis, seperti kue, cupcakes, dan kue bulan. Menurut Fridolin, siapa pun boleh mengonsumsi makanan manis saat Imlek, asalkan tidak berlebihan.

Sementara bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes dan kolesterol, dokter menyarankan untuk membatasi makanan manis. Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dapat meningkatkan risiko penyakit seperti serangan jantung, asam urat, dan obesitas.

Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran saat perayaan Imlek, Fridolin juga menyarankan masyarakat untuk tetap aktif bergerak. Duduk dalam waktu lama dapat membuat tubuh menjadi malas dan mengganggu postur tubuh.

Ia menambahkan: “Menjelang Tahun Baru Imlek, persiapkan tubuh untuk menjaga kebugaran jasmani dengan berolahraga. Sebaiknya lakukan aktivitas fisik yang menghabiskan energi secara rutin.” Fridolin merekomendasikan olahraga minimal 150 menit per minggu untuk menjaga detak jantung dan aliran darah. Seseorang juga bisa rutin berjalan 10.000 langkah per hari.

Persiapan menyambut Tahun Baru Imlek biasanya dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari membersihkan rumah dan kuil, membuat dekorasi, hingga menyiapkan hidangan Tahun Baru Imlek. Meski menyenangkan, aktivitas ini juga menguras energi dan bisa membuat seseorang lelah.

Fridolin merekomendasikan istirahat tujuh hingga sembilan jam setiap hari dan menghindari penggunaan gawai dan menonton TV sebelum tidur, serta menggunakan headphone saat tidur untuk mendapatkan istirahat malam yang nyenyak.

Terakhir, dokter mengingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat perayaan Imlek, seperti mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker di tengah keramaian.

Apakah Ubi Cilembu Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes?

Korire Staurant, Jakarta – Penderita diabetes kerap menghadapi tantangan dalam memilih makanan yang mampu menjaga kadar gula darah tetap sehat. Salah satu pilihan yang sering dihindari adalah kentang karena dikhawatirkan dapat meningkatkan indeks glikemik (GI) dan berdampak negatif pada kadar gula darah. Namun jenis ubi tertentu, seperti ubi Cilembu, bisa menjadi alternatif sehat bagi penderita diabetes.

Dikutip dalam Medical News Today, American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan konsumsi sayuran bertepung, seperti kentang, sebagai bagian dari pola makan sehat. Pati yang terdapat pada ubi Cilembu merupakan karbohidrat kompleks yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh, sehingga tidak serta merta menaikkan kadar gula darah seperti gula sederhana.

Meskipun ubi Cilembu memiliki GI yang lebih tinggi, GI bukanlah satu-satunya parameter untuk mengevaluasi dampak makanan terhadap gula darah. Beban glikemik (GL) dan kontrol ukuran porsi juga memainkan peran penting. Penderita diabetes dapat mengkombinasikan ubi cilembu dengan makanan rendah GI lainnya untuk mencapai keseimbangan gizi.

Merebus atau memasak ubi Cilembu merupakan cara terbaik untuk menjaga kandungan nutrisinya. Cara memasak ini menjaga kandungan lemak tetap rendah sehingga cocok bagi penderita diabetes yang perlu mengontrol asupan lemaknya.

Menurut Healthline, ubi Cilembu mengandung vitamin, antioksidan, dan mineral yang baik untuk kesehatan. Ubi jalar ini kaya akan vitamin A, B6, C, potasium, serat, zinc dan magnesium. Vitamin A penting untuk penglihatan, sementara serat membantu Anda merasa kenyang, meningkatkan pencernaan dan mencegah sembelit.

Vitamin C juga bermanfaat mengurangi peradangan pada penderita diabetes atau tekanan darah tinggi yang mengalami obesitas. Beberapa ubi jalar, seperti ubi cilembu, juga mengandung pati resisten yang membantu mencegah lonjakan glukosa.

Meskipun ubi Cilembu merupakan pilihan nutrisi yang lebih baik dibandingkan ubi jalar putih, penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah sedang. Ubi jalar cilembu berukuran besar dapat meningkatkan risiko konsumsi berlebihan yang dapat berdampak buruk pada kadar glukosa darah.

Pilihan Editor: Ubi Cilembu Sumedang menembus pasar ekspor Singapura, Malaysia, dan Hongkong

Penting untuk diperhatikan bahwa tidak semua sumber karbohidrat buruk atau berbahaya bagi penderita diabetes. Baca selengkapnya

Minum jus bayam secara rutin dapat memenuhi asupan protein, vitamin, dan mineral harian Anda. Inilah beberapa manfaatnya. Baca selengkapnya

Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara konsumsi telur dan diabetes serta risiko jenis kanker tertentu. Baca selengkapnya

Kadar gula darah yang tinggi tidak selalu berarti Anda mengidap diabetes. Riwayat keluarga, genetika, dan faktor gaya hidup dapat menyebabkan hiperglikemia nondiabetes. Baca selengkapnya

Masyarakat Indonesia mengenal istilah diabetes tipe kering dan basah. Ada tujuh gejala yang menandainya. Baca selengkapnya

Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan diabetes tipe 1 pada anak. Baca selengkapnya

Teh manis mengacu pada teh yang dibuat dengan gula. Kurangi jumlah gula atau ganti dengan pemanis alami agar aman dikonsumsi setiap hari. Baca selengkapnya

Mengonsumsi cuka sari apel dapat memberikan beberapa manfaat bagi kesehatan. Apa pun? Baca selengkapnya

Mendinginkan nasi di lemari es dan mengolahnya sebelum dimakan dapat menurunkan kadar glikemik nasi dan menurunkan potensi diabetes. Baca selengkapnya

Ubi Cilembu tidak menyebabkan lonjakan gula darah sehingga bisa menjadi makanan yang baik bagi penderita diabetes. Baca selengkapnya

Bau Ketiak Pertanda Diabetes hingga Penyakit Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya

Jakarta –

Bau ketiak atau bau badan dalam istilah medis disebut dengan bromhidrosis. Ini adalah kondisi kronis jika bau tidak sedap yang keluar terlalu banyak.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI, penyebab kondisi ini sangat kompleks dan bisa disebabkan oleh banyak faktor. Faktor umumnya adalah keringat berlebih dan bakteri di dalam tubuh.

Namun dalam beberapa kasus, bau badan atau bau ketiak bisa memicu penyakit seperti obesitas, diabetes, bahkan benjolan di ketiak. Makanan dan obat-obatan tertentu juga dapat mempengaruhinya.

Makanan yang diyakini dapat mempengaruhi bau badan antara lain bawang bombay, rempah-rempah dan produk kari, serta minuman beralkohol. Pengaruh genetik juga dilaporkan mempengaruhi bau badan seseorang.

Dikutip dari Cleveland Clinic, bau badan terjadi ketika bakteri di kulit bersentuhan dengan keringat. Kulit kita secara alami dipenuhi bakteri. Saat kita berkeringat, air, garam, dan lemak bercampur dengan bakteri ini sehingga menimbulkan bau.

Suatu kondisi yang disebut hiperhidrosis menyebabkan seseorang berkeringat berlebihan. Orang dengan kondisi ini mungkin lebih rentan terhadap bau badan karena mereka banyak berkeringat, namun seringkali kelenjar keringat ekrinlah yang paling menyebabkan ketidaknyamanan pada telapak tangan dan kaki yang berkeringat.

Setiap kali Anda berkeringat, ada kemungkinan Anda mengeluarkan bau badan yang tidak sedap. Beberapa orang lebih rentan terhadap bau badan dibandingkan yang lain.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi bau badan antara lain: Olahraga Stres atau kecemasan Cuaca panas Obesitas Genetika

Gejala bau ketiak merupakan tanda suatu penyakit

Beberapa kondisi dan penyakit medis yang berhubungan dengan perubahan bau badan: diabetes, tiroid yang terlalu aktif, penyakit hati, penyakit ginjal, penyakit menular

Jika Anda menderita diabetes, perubahan bau badan mungkin merupakan tanda ketoasidosis terkait diabetes. Kadar keton yang tinggi membuat darah menjadi asam dan badan berbau seperti buah. Dalam kasus penyakit hati atau ginjal, baunya mungkin mengeluarkan bau seperti pemutih karena penumpukan racun di dalam tubuh.

Tonton video “Mengidentifikasi gen ABCC11 yang mencegah bau ketiak pada orang Korea dan Jepang” (naf/naf)

Khasiat Lidah Buaya untuk Pengidap Diabetes, Bisa Cegah Gula Darah Tinggi

Jakarta –

Lidah buaya merupakan tanaman populer yang digunakan dalam pengobatan atau penyembuhan alami. Sejumlah penelitian juga mengaitkan manfaatnya dalam mencegah gula darah tinggi.

Penelitian menunjukkan bahwa getah tanaman lidah buaya yang tahan kekeringan dapat membantu penderita diabetes mengontrol gula darah.

Lidah buaya memiliki sifat anti-inflamasi dan juga menyembuhkan luka bakar akibat sinar matahari dan luka lainnya.

Apa kandungan lidah buaya?

Faktanya, lidah buaya mengandung 75 bahan aktif, antara lain: vitamin, mineral, dan asam amino.

Pada tahun 2016, tim peneliti meninjau sejumlah penelitian yang menganalisis penggunaan lidah buaya pada penderita diabetes dan pradiabetes. Beberapa penelitian tersebut telah meneliti efek lidah buaya terhadap faktor-faktor penting yang mempengaruhi kesehatan penderita diabetes.

Menurut Healthline, hasil menunjukkan bahwa lidah buaya dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah dan hemoglobin A1c (HbA1c) dalam waktu 3 bulan.

Laporan menunjukkan bahwa lidah buaya memiliki efek positif pada pengendalian gula darah.

Penelitian menunjukkan bahwa jus atau suplemen lidah buaya memiliki sejumlah manfaat bagi penderita diabetes.

Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa mengonsumsi gel lidah buaya dapat membantu orang meningkatkan kadar glukosa darah serta mengurangi lemak dan berat badan.

Mengkonsumsi lidah buaya juga memiliki sedikit efek samping. Journal of Clinical Pharmacy and Therapeutics menulis bahwa sebagian besar orang dalam penelitian tersebut tidak mengalami efek samping berbahaya.

Tinjauan terhadap penelitian lain menemukan bahwa hasil penelitian tentang masalah ini saat ini beragam. Sebuah studi klinis yang melibatkan tikus laboratorium menemukan bahwa lidah buaya membantu hewan tersebut menurunkan kadar HbA1c mereka, yang juga bisa menjadi pertanda baik bagi penderita diabetes. Namun uji klinis sebelumnya pada manusia tidak membuahkan hasil yang sama. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah dan bagaimana lidah buaya dapat digunakan untuk meningkatkan kadar HbA1c.

Saksikan video “Merayakan Hari Diabetes Sedunia bersama Tropicana Slim” (naf/kna)

Mengenal Diabetes Insipidus: Sebabkan Rasa Haus Berlebih dan Sering Buang Air Kecil

Korire Staurant, JAKARTA – Mengutip Statpearls, tubuh manusia menyumbang 50-60 persen dari total massa tubuh orang dewasa dan sekitar 75 persen anak-anak. Mempertahankan tingkat cairan yang cukup dalam tubuh sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, termasuk pencegahan diabetes.

Diabetes insipidus adalah suatu kondisi dimana ginjal tidak mampu mempertahankan kadar air. Hal ini menyebabkan rasa haus yang intens dan sering buang air kecil dengan urin yang tidak berasa atau encer dan tidak berbau. Diabetes insipidus adalah kondisi yang relatif jarang terjadi.

Menurut Klinik Cleveland, diabetes mempengaruhi 1 dari 25.000 orang di seluruh dunia.

Orang dewasa normal biasanya menghasilkan 1 hingga 3 liter (946,4 hingga 2,84 liter) urin per hari. Pada penderita diabetes, mereka dapat menghasilkan hingga 20 liter (18,9 liter) urin per hari.

Menurut Healthline, diabetes bisa terjadi ketika sebagian sistem pengaturan cairan tubuh rusak. Hal ini erat kaitannya dengan rendahnya kadar hormon antidiuretik (ADH) yang disebut juga vasopresin. ADH terakumulasi di kelenjar pituitari. Kadar ADH mempengaruhi cara ginjal mengatur kadar air dalam tubuh.

Gejala utama diabetes adalah rasa haus yang berlebihan (polidipsia), yang dapat menyebabkan keinginan akan air yang tidak terkendali. Juga sering buang air kecil, yang mungkin menyebabkan Anda mengompol atau sering terbangun di malam hari. Diabetes insipidus juga dapat menyebabkan dehidrasi parah, yang dapat menyebabkan kejang, kerusakan otak, dan bahkan kematian jika tidak ditangani.

Pilihan Editor: Kenali gejala diabetes yang umum dan tidak umum, dengarkan nasihat ahli

Konsumsi jus bayam secara teratur memenuhi kebutuhan protein, vitamin, dan mineral harian Anda. Berikut beberapa manfaatnya. Baca selengkapnya

Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara konsumsi telur dan risiko diabetes dan jenis kanker tertentu. Baca selengkapnya

Gula darah tinggi tidak selalu berarti Anda menderita diabetes. Riwayat keluarga, genetika, dan faktor gaya hidup dapat menyebabkan hiperglikemia nondiabetes. Baca selengkapnya

Masyarakat Indonesia mengenal istilah diabetes tipe kering dan basah. Ini memiliki tujuh gejala. Baca selengkapnya

Saat ini belum ada obat untuk diabetes tipe 1 pada anak-anak. Baca selengkapnya

Teh manis mengacu pada teh yang dibuat dengan gula. Kurangi gula atau ganti dengan pemanis alami agar aman dikonsumsi setiap hari. Baca selengkapnya

Mendinginkan nasi di lemari es dan mengolahnya sebelum dimakan akan mengurangi tingkat glikemik nasi dan mengurangi risiko diabetes. Baca selengkapnya

Ubi silembu tidak menyebabkan lonjakan gula darah sehingga bisa menjadi makanan yang baik bagi penderita diabetes. Baca selengkapnya

Meskipun ubi silembu memiliki indeks glikemik (GI) yang lebih tinggi, namun GI bukanlah satu-satunya parameter yang dapat digunakan untuk mengukur pengaruh makanan terhadap gula darah. Baca selengkapnya

Ikan memiliki efek positif pada kesehatan secara keseluruhan. Namun, pemilihan jenis ikan juga penting bagi penderita diabetes. Baca selengkapnya

Tanda Bahaya Diabetes yang Bisa Memburuk di Malam Hari, Anda Merasakannya?

Korire Staurant, JAKARTA – Gejala diabetes seperti buang air kecil lebih sering dari biasanya. Menurut pakar diabetes, tidak hanya itu, ada tanda peringatan diabetes lainnya yang menyerang kaki.

Melalui akun TikTok @thevoiceofdiabetes, ahli endokrinologi Diana Buty menjelaskan bahwa kondisi tersebut disebut neuropati diabetik. Gejala neuropati diabetik, yang terjadi ketika diabetes merusak saraf, dapat berupa mati rasa pada kaki dan tungkai.

“Jika Anda mengalami rasa terbakar, gatal atau mati rasa di jari-jari kaki, Anda mungkin menderita sejenis neuropati yang disebut neuropati diabetik. Biasanya dimulai di jari kaki dan secara bertahap turun ke betis,” kata Buty dalam video tersebut. .

Bytiki menjelaskan, penyakit ini bisa berkembang di tangan seiring dengan perkembangan penyakit. Menurut para ahli, ketidaknyamanan malam hari biasa terjadi saat seseorang sedang istirahat.

“Tidur biasanya menjadi masalah neuropati diabetik karena tidak bisa bergerak, dan aktif membantu meringankan neuropati diabetik,” ujarnya, Jumat (9/2/2024) di The Express.