Arsip Tag: dante

Pelaku Kasus Kematian Putranya Ditangkap, Tamara Tyasmara: Semua Orang Bilang Aku Diam

Korire Staurant, Jakarta – Selebriti Instagram (selebgram) Tamara Tiasmara bergembira karena polisi telah ditetapkan sebagai tersangka atas kematian putranya Dante.

Ia pun menjelaskan alasannya tidak banyak bicara soal ini.

Baca juga: Terungkap Rekaman CCTV, Suami Tamara Tiasmara Kubur Kepala Dante sebanyak 12 Kali

Pasalnya, fokus pada kasus kematian anak yang kini berada di tangan polisi.

“Kami bungkam dari kemarin, bukan berarti saya tidak berbuat apa-apa, tapi semua orang ngomong,” kata Tamara Tiasmara di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (9/2).

Baca juga: Ada Pihak Ketiga antara Teuku Ryan dan Ria Ricis?

Ia mengaku sempat melihat rekaman CCTV yang menunjukkan penyebab kematian putranya.

Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak tinggal diam sejak saat itu.

Baca juga: Kabar Anggota TNI Hadirkan Ayo Ting Ting, Romo Ojak: Doakan Saja

Tamara Tiasmara berkata, “Tidak mungkin kita diam saja terhadap digitalisasi anak-anak. Jadi, mohon pengertiannya, bukan berarti saya menyembunyikannya. Saya ingin pergi dengan tenang tanpa harus berkata apa-apa.”

Belum lama ini, Tamara Tiasmara merilis kabar duka putranya Dante meninggal di kolam renang.

Saat ini, polisi diketahui terlibat dalam kasus tersebut.

Nyonya Tamara Tiasmara bergelar YA dihadirkan sebagai tersangka kasus kematian Dante. (mcr7/jpnn)

Ibunda Tamara Tyasmara Mau Tersangka Pembunuh Dante Dihukum Berat

Jakarta –

Ibunda Tamara Tyasmara melakukan pemeriksaan tambahan atas kematian cucunya Dante di Polda Metro Jaya. Nenek dengan tulus ingin agar Yudha Arafandi dihukum seberat-beratnya sebagai tersangka.

Ibu Tamara Tyasmara menjalani pemeriksaan tambahan selama 4 jam dan dicecar 11 pertanyaan.

Ibunda Tamara Tyasmara tak banyak bicara usai ujian. Ia hanya berharap Yudha Arafandi yang kini namanya telah ditetapkan sebagai tersangka, dihukum seberat-beratnya atas perbuatan kejinya tersebut.

“Meminta seadil-adilnya, intinya meminta hukuman seberat-beratnya kepada tersangka. Itu saja yang saya minta,” kata ibunda Tamara Tyasmara saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (21/2/2024).

“Saya fokus ke Dante. Saya minta keadilan, saya minta tersangka dihukum seberat-beratnya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum Tamara Tyasmara, Sandy Arifin, memberikan tambahan bukti berupa foto kepada penyidik.

Buktinya bisa seperti gambar. Sekadar bukti tambahan, kata Sandy Arifin.

Meski kematian Dante masih belum terpecahkan, Sandy Ariffin meyakinkan Tamara Tysmara akan terus membantu penyidik ​​mengungkap kasus tersebut.

“Kami belum tahu, kalau panggilan itu benar, klien kami akan kooperatif dalam pemeriksaannya,” kata Sandy Arifin. Tonton video “Dokter forensik bilang paru-paru Dante meleleh” (ahs/nanah)

Tanggapi Kasus Dante, Psikolog Sebut Pelaku Kemungkinan Punya Kepribadian Sadis

Korire Staurant, JAKARTA — Kasus meninggalnya bocah enam tahun bernama Dante menunjukkan titik terang. Detektif Metropolis telah menangkap seorang pria berkarakter YA yang ditetapkan sebagai tersangka. YA adalah kekasih Tamara Tyasmara, ibu Dante.

Peristiwa tersebut menarik perhatian publik karena publik menilai ada yang aneh dengan kematian Dante. Almarhum baru diketahui meninggal pada Sabtu (27/1/2024) saat berenang di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Baru-baru ini beredar rekaman CCTV yang memperlihatkan YA berulang kali menenggelamkan Dante hingga bocah tersebut meninggal. Banyak pihak yang geram dengan tindakan YA, namun hingga saat ini polisi belum mengungkap motif pelaku sebenarnya.

Menanggapi kasus ini, Psikolog anak, remaja, dan keluarga Sani Budiantini Hermawan mengatakan untuk mengetahui motif pelakunya, perlu penyelidikan lebih lanjut. Namun Sani memberikan pendapatnya dari segi psikologis.

“Yang terlihat di sini ada perilaku-perilaku menyedihkan yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak. Perilaku menyedihkan itu bisa banyak hal. Ada pemicunya, bisa karena rasa kesal, marah, dendam,” kata sutradara. dari Institut Psikologi Daya Insani saat dihubungi Korire Staurant, Jumat (02-09-2024) malam.

Dalam psikologi, orang dengan kepribadian depresi cenderung melampiaskan apa yang mereka rasakan pada orang lain. Orang tersebut akan memperoleh kesenangan dari kesakitan atau penderitaan orang lain. Ada yang merugikan orang lain secara langsung, dan ada pula yang hanya menyaksikan kegiatan menyedihkan dan menikmatinya secara tidak langsung.

Karakter sedih dan emosional….

Raffi Ahmad Mengaku Kenal Tersangka Kasus Kematian Dante

Korire Staurant, Jakarta – Pembawa acara Raffi Ahmad tak memungkiri mengenal sosok Yudha Arfandi alias YA, kekasih Tamara Tyasmara.

YA saat ini didakwa atas kematian Dante, putra Tamara Tyasmara.

Baca juga: Raffi Ahmad Mendukung Komeng dan Menanggapinya Sebagai Berikut

Raffi Ahmad mengaku mengenalkannya pada YA karena komunitas sepeda motor.

“Tahu YA, mereka hanya teman sekelompok pengendara sepeda,” kata Raffi Ahmad di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (16/2).

Baca Juga: Mengenal Pacar Tamara Tyasmara, Raffi Ahmad: Dia Cuma Teman Motor.

Meski mengenalnya, ayah kedua anak ini mengaku sudah lama tidak berbicara dengan YA.

Raffi Ahmad berkata, “Hei, sudah lama kita tidak ngobrol, sudah lama jauh dari motor tua. Ayo.

Baca juga Kisah Menarik 3 Penyanyi: Anak Tamara Takut Berenang Jawaban Adul

Sebelumnya, kekasih Tamara Tyasmara YA itu diduga mengenal Raffi Ahmad.

Bermula dari foto di media sosial yang memperlihatkan YA bersama suaminya Nagita Slavina dan teman-temannya yang lain.

YA kini ditahan setelah namanya terungkap sebagai tersangka pembunuhan Dante. (mcr7 / jpnn)

Pacar Tamara Tyasmara Benamkan Dante ke Kolam Biar Kuat tapi Berujung Tewas

Jakarta –

Polisi masih mendalami ponsel Yudha Arfandi atau YA yang diduga menjadi penyebab meninggalnya putra Tamara Tyasmara, Dante. Yudha Arfandi berdalih dirinya membenamkan Dante ke dalam air untuk memastikan pernapasannya kuat.

Hingga saat ini, peneliti telah mengajukan 62 pertanyaan kepada Yudha Arfandi.

Kali ini ia mengaku membenamkan Dante di kolam untuk melakukan latihan pernapasan agar tidak panik dan membuatnya kuat. Sayangnya, situasi ini mengakibatkan kematian anak tersebut.

Hal itu dibenarkan Kasubdit Jatanras AKBP Rovan Richard Mahenu. Ternyata Dante dan Yudha Arfandi sudah berenang selama 2,5 jam.

Tersangka mengaku berenang di air selama 2,5 jam dan tujuan latihan menyelam adalah latihan pernafasan agar lebih kuat, tidak pengecut dan tidak takut air, kata AKBP Rovan Richard Mahenu kepada wartawan, Minggu. . /2/2024).

Pemeriksaan terhadap YA juga dipastikan belum selesai dan pemeriksaan akan dilanjutkan besok.

Pemeriksaan terhadap tersangka akan dilanjutkan besok, kata Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya Kompol Wira Satya Triputra. (ah/kucing)

Tanda-tanda Tenggelam di Tubuh Anak Tamara: Paru-paru ‘Mencair’

Jakarta –

Tim forensik sedang menyelidiki penyebab kematian putra pesinetron Tamara Tyasmara, Dante. Bocah enam tahun ini dikabarkan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang di Jakarta Timur.

Dokter forensik RS Polri Kramat Jati. Farah Primdani, SPFM, mengatakan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dokter forensik juga tidak menemukan patah tulang di tubuhnya.

Karena kondisi jenazah Dante yang sudah membusuk, tim medis membutuhkan waktu lebih lama untuk mengetahui penyebab kematiannya. Dengan memeriksa organ dalam tubuh untuk mengetahui penyebab kematiannya.

“Pada visum, setelah jenazah semakin membusuk, beberapa bagian tubuh mulai melunak, terutama paru-paru yang mencair. Kami mengira karena terlalu banyak air, sehingga tidak ditemukan bekasnya. paru-paru,” kata Dr. Farah.

Dari hasil pemeriksaan awal, pemeriksa medis juga menemukan tanda-tanda pencekikan. Dari segi tanda-tanda tenggelam, para peneliti menemukan bibir berwarna ungu kebiruan serta kerutan yang menandakan kekurangan oksigen.

Dr. Farah mengatakan, “Kami menyimpulkan bahwa korban menderita kekurangan oksigen yang parah dan ada tanaman air di hatinya. Kami menyimpulkan bahwa korban meninggal karena tenggelam atau air masuk ke sistem pernapasan.” (tahu/di atas)