Arsip Tag: aplikasi

Cara Membuat Playlist YouTube di Aplikasi dan Browser

Korire Staurant, Jakarta – Playlist merupakan fitur aplikasi YouTube yang memungkinkan pengguna mengedit playlist video favoritnya. Selain itu, playlist YouTube berguna bagi pengguna untuk mengatur video yang menurut mereka menarik.

Video-video ini memudahkan pengguna untuk menyimpan dan menemukan berbagai video yang ingin mereka tonton pada waktu berbeda. Pengguna dapat membuat playlist YouTube dari aplikasi maupun dari browser.

Diposting oleh laman Chrome Web Store, berikut cara membuat playlist YouTube:

Formulir aplikasi

1. Buka aplikasi YouTube

2. Pastikan Anda masuk dengan akun Google Anda

3. Pilih video yang ingin Anda tambahkan ke playlist

4. Klik ikon tiga titik di pojok kanan atas video

5. Pilih Simpan ke daftar putar

6. Klik New playlist dan beri nama playlist yang diinginkan

7. Anda dapat menambahkan video ke playlist yang ada.

Peramban

1. Kunjungi www.youtube.com

2. Pastikan Anda masuk dengan akun Google Anda

3. Pilih salah satu video yang ingin Anda simpan ke playlist

4. Klik ikon tiga di pojok kanan atas

5. Pilih Simpan ke daftar putar

6. Klik New playlist dan beri nama playlist yang diinginkan

7. Anda dapat menambahkan video ke playlist yang ada.

Pilihan Editor: Berikut cara menghapus playlist dari Spotify

Aplikasi IKD atau Identitas Kependudukan Digital diharapkan bisa diterapkan pada akhir Februari 2024. Baca selengkapnya

Arab Saudi Luncurkan Center for Artificial Intelligence (AI) di Media Selasa, 20 Februari 2024 Baca selengkapnya

Dalam video tersebut, Mahfud Md terlihat membela KPU yang beberapa kali diserang. Baca selengkapnya

Vivo Y200e 5G yang memiliki desain melengkung 2.5D tersedia dalam dua pilihan warna. Baca selengkapnya

Video musik Lagi Syantik lagu yang dinyanyikan Siti Badriah telah mencapai 700 juta views di YouTube. Baca semuanya

Telah terjadi error pada aplikasi Sirekap dan kalaupun ingin memperbaikinya sudah terlambat. Baca selengkapnya

Grup K-Pop TWS telah merilis video musik barunya yang bertajuk BFF. Baca selengkapnya

Data Engineer dan Peneliti BRIN merupakan ketua tim peneliti Sirekap. Dia hanya berbicara tentang kutu hijau dan merah. Baca selengkapnya

Untuk menghindari penipuan atau hal buruk, berikut cara verifikasi nomor tak dikenal menggunakan Getcontact. Jika ada nomor yang mencurigakan, Anda bisa melaporkannya. Baca selengkapnya

TikTok kini mendukung perangkat Apple Vision Pro, memberikan pengalaman baru dalam bekerja dan menikmati konten hiburan. Baca selengkapnya

Aplikasi Pelacak Ponsel Samsung Find Gantikan SmartThings, Kini Tersedia untuk Perangkat Galaxy

Korire Staurant, Jakarta – Samsung merilis aplikasi untuk mempermudah pengelolaan perangkat bagi pengguna Galaxy bernama Samsung Find, yang menggantikan aplikasi SmartThings dengan perbedaan fitur yang disempurnakan, yakni pelacakan real-time.

Aplikasi Samsung Find memungkinkan pengguna mendapatkan fitur pelacakan terintegrasi. Mengutip laporan Gizmochina, Senin 29 Januari 2024, Samsung Find Galaxy sudah tersedia di Store dan bisa diunduh dengan ruang penyimpanan sekitar 70 MB.

Setelah pengguna mengakses aplikasi ini, mudah untuk melacak semua produk Samsung mereka seperti ponsel, tablet, laptop, dan jam tangan pintar Samsung.

Tujuan utama dibuatnya aplikasi Samsung Find adalah agar pengguna yang salah menaruh atau lupa memasang aksesoris dan perangkat Samsung dapat segera menemukan keberadaan produknya. Caranya sangat sederhana, Anda hanya perlu membuka Samsung Find dan melihat peta di aplikasi.

Lebih lanjut, fitur pelacakan pada aplikasi Samsung Find memudahkan pengguna melacak anggota keluarga atau kerabatnya. Misalnya saat sedang berlibur atau melakukan perjalanan jauh, aplikasi ini diaktifkan secara real-time, artinya pengguna bisa mengetahui keberadaan pengguna lain.

Fitur tambahan lainnya pada aplikasi Samsung Find memungkinkan pengguna mengaktifkan notifikasi jika mereka kehilangan produk Samsung. Dengan mode Suara melalui aplikasi Samsung Find, Anda dapat mengetahui dari mana sumber suara berasal dan menemukan perangkat kembali.

Berdasarkan Pencarian Tempo, aplikasi Samsung Find hanya tersedia di Galaxy Store, namun belum tersedia di Play Store. Kemungkinan besar karena pengembangan aplikasi dan masih dalam tahap awal.

Selalu update informasi terbaru. Simak berita terkini dan berita pilihan dari Korire Staurant di channel Telegram “Korire Staurant Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk berpartisipasi. Anda perlu menginstal aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Seri Galaxy Book 4 kini menuju pasar internasional seperti AS, Inggris, Prancis, dan Jerman. Baca selengkapnya

Program IKD atau Identitas Kependudukan Digital akan dilaksanakan pada akhir Februari 2024. Baca artikel selengkapnya

Salah satu dari lima produsen ponsel terbesar di dunia telah sepenuhnya berhenti memproduksi ponsel yang dapat dilipat. Baca selengkapnya

Arab Saudi Luncurkan Pusat Media Kecerdasan Buatan (AI) Selasa 20 Februari 2024 Baca Selengkapnya

Keempat smartphone Samsung yang dirilis tahun lalu akan mendapatkan fitur Galaxy AI. Baca selengkapnya

Telah terjadi kesalahan sistem pada aplikasi Sirekap dan kalaupun ingin memperbaikinya sudah terlambat. Baca selengkapnya

Samsung telah merilis case yang didesain ulang untuk Galaxy S24 dengan tema band Rolling Stones. Tersedia dalam 57 model. Baca selengkapnya

Principal engineer di Pusat Penelitian Ilmu Data dan Informasi BRIN merupakan ketua kelompok akuntansi Sirekap. Dia hanya berbicara tentang tanda centang hijau dan merah. Baca selengkapnya

Ada beberapa rumor tentang perubahan pengaturan kamera belakang pada iPhone 16. Apa kabar terbarunya? Baca selengkapnya

Untuk menghindari penipuan atau hal buruk, berikut cara cek nomor tak dikenal dengan Getcontact. Jika ada nomor yang mencurigakan, bisa dilaporkan. Baca selengkapnya

Auditor Sirekap dari BRIN Akui Potensi Eror Aplikasi, Bagaimana Soal Beda Data di Situs KPU?

Korire Staurant, BANDUNG – Sistem Informasi Rekapitulasi atau aplikasi mobile Cerecap yang digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai alat bantu penghitungan suara Pemilu 2024 mungkin tidak akurat dalam membaca data. Hal itu diakui Andrari Grahitandaru, Ketua Tim Kajian Cyrecap Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), kepada Tempo, Senin, 19 Februari 2024.

“Ada kemungkinannya, namanya error,” ujarnya tanpa merinci nilai ambang batas persentase kemungkinan terjadinya error pada Cerecap.

Andrari hanya menjelaskan, dokumen asli Formulir C1 akan digunakan untuk pencocokan data. Dia berkata: “Tolong, tidak apa-apa jika dianggap menggembung, yang penting C1 yang dimuat adalah titik acuan.”

Chief Engineer khusus Puslitbang Data dan Informatika BRIN bertugas sebagai reviewer teknologi informasi dan komunikasi. Dia mengatakan, proses permohonan CERECAP dimulai setelah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menyelesaikan penghitungan suara.

Anggota KPPS memfoto formulir atau rencana hasil C1 sesuai ketentuan aplikasi Ceyrecap. Misalnya foto tidak boleh miring, tidak boleh melampaui tanda batas kiri, kanan, atas dan bawah kertas, serta cahayanya harus terang. “Saat difoto, langsung diterjemahkan,” ujarnya.

Aplikasi SireCap menggunakan pengenalan karakter optik (OCR) dan pengenalan tanda optik (OMR) untuk menerjemahkan foto yang dikirim menjadi angka. Setelah itu, petugas akan melihat dua pilihan berupa tanda centang hijau dan tanda silang merah untuk memastikan apakah data yang difoto sesuai dengan hasil pembacaan Cerecap atau tidak.

Petugas memeriksa data penyerahan lembar C-KWK saat pengujian Sistem Informasi Recapture Serentak (Syrecap) di SOR Bola Voli Indoor Stadion C Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada Rabu, 9 September 2020. Uji coba aplikasi Cerecap itu perlu dilakukan. Mempersiapkan pemungutan dan penghitungan suara, hingga tahap rekapitulasi untuk menjamin ketersediaan untuk digunakan dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2020 di daerah. Antara/M Agung Rajasa

Andrari mengatakan, tanda itu muncul dengan sendirinya setelah petugas mengambil fotonya. “Kalau diterjemahkan langsung hasilnya tidak sama, jadi jangan skor hijau tapi skor merah,” ujarnya.

Andrari mengatakan, kondisi seperti itu terjadi di TPS dekat rumahnya pada Hari Pemilihan, 14 Februari 2024. Hasil pemungutan suara di TPS tersebut dilakukan secara offline atau offline karena server KPU sedang down. Namun hasil pengambilan gambarnya tetap tersimpan di aplikasi Cerecap.

Hal ini terlihat keesokan harinya ketika petugas KPPS mencoba mengakses kembali Sirecap. “Begitu login, Anda akan langsung diminta mengunggah foto,” ujarnya.

Belakangan muncul notifikasi bahwa kiriman tersebut masuk ke server KPU. Dari hasil pengecekan Andrari di situs KPU, hasilnya sama seperti di foto. “Dia ambil fotonya berkali-kali, tidak cocok untuk (Cyrecap) terjemahkan, terus berulang-ulang,” kata Andrari.

Bagaimana dengan kasus pengiriman data individu dari Sirecap saat KPU sampai di lokasi komputasi? Andrari menduga kesalahan pada bagian ini hanya sebatas kesalahan petugas KPPS yang menekan tanda centang hijau saat data tidak sesuai.

Sebelumnya, Agung Harsoyo, dosen Sekolah Teknik Elektro dan Komputer Institut Teknologi Bandung (STEI ITB), Kelompok Keahlian Sistem Kendali dan Sistem Komputer, sebenarnya menilai kesalahan-kesalahan yang ditunjukkan Cerecap pada pemilu 2024 sudah tepat. Agung antara lain menyoroti fungsi penyaringan aplikasi, serta keamanan dua sisinya.

Pilihan Editor: Ini Estimasi Biaya Binus School, Sekolah Anak Artis Tersangka Bullying Vincent Rompiez

3 berita tekno teratas hari ini, mulai dari prakiraan hujan hingga laporan angin puting beliung yang ganas. untuk mengetahui lebih lanjut

KPU menanggapi inisiatif yang dilakukan calon presiden nomor urut 1. 3, Ganjar Pranovo yang mengajak parpolnya menjalankan amanah penyidikan. untuk mengetahui lebih lanjut

KPU harus bisa memindahkan TPS ke lokasi TPS. untuk mengetahui lebih lanjut

Ketua Komisi Pemilihan Umum Hasim Asyari menilai partisipasi masyarakat pada pemilu 2024 sejauh ini sangat baik. untuk mengetahui lebih lanjut

Petrus Celestinus memaparkan alasannya menggugat dokumen keputusan KPU RI tentang pencalonan capres dan cawapres Prabowo-Gibran di PTUN Jakarta. untuk mengetahui lebih lanjut

Sebelumnya, ada beberapa seruan dari masyarakat sipil untuk melakukan uji forensik terhadap Cerecap. untuk mengetahui lebih lanjut

Hasil penghitungan Ceyrecap diyakini akan menimbulkan keresahan yang dapat memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu. untuk mengetahui lebih lanjut

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan seluruh warga negara bertanggung jawab atas proses demokrasi. untuk mengetahui lebih lanjut

Budaya Betawi disebut-sebut terpinggirkan pada masa Orde Lama dan Baru karena pemerintah lebih menekankan keberagaman etnis ketimbang budaya lokal. untuk mengetahui lebih lanjut

Sirekap mengkritik pasangan calon presiden dan tim pemilu Anis-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud. untuk mengetahui lebih lanjut

Jangan Sampai Data Pribadi Bocor! Ini Dia Langkah-Langkah Mencegahnya

Korire Staurant, Jakarta – Khawatir dengan data Anda? Di era digital ini, kita semua menghadapi berbagai ancaman online, seperti pelanggaran data, pencurian identitas, dan pelanggaran privasi.

Oleh karena itu, kita harus proaktif dan melindungi informasi pribadi dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Salah satu tantangan yang dihadapi pengguna internet adalah terbatasnya akses terhadap beberapa aplikasi populer di beberapa negara.

Misalnya, pada tahun 2023, larangan AS terhadap TikTok memicu kontroversi, menyebabkan banyak pengguna mencari alternatif atau mengunduh aplikasi versi bajakan.

Namun, hal ini bisa berbahaya karena program alternatif atau bajakan mungkin tidak memiliki standar keamanan dan privasi yang memadai.

Aplikasi palsu atau alternatif dapat mengumpulkan data sensitif tanpa sepengetahuan kami. Data ini dapat disalahgunakan atau dijual kepada pihak ketiga yang tidak dikenal.

Oleh karena itu, kita harus berhati-hati saat memilih dan menginstal aplikasi di perangkat kita. Berikut beberapa tips melindungi data pribadi yang dibagikan oleh pakar keamanan siber Kaspersky. Jangan terburu-buru mengunduh program baru.

Sebelum menginstal aplikasi yang belum terverifikasi, kita harus mempertimbangkan dulu pro dan kontranya.

Apakah saya benar-benar perlu melamar? Apakah aplikasi berasal dari sumber tepercaya atau mendapat ulasan positif dari pengguna lain?

Toko aplikasi resmi selalu merupakan pilihan yang lebih aman daripada situs atau platform yang tidak jelas.

Pahami hak privasi Anda sebagai pengguna internet.

Setiap negara memiliki undang-undang mengenai hak pelanggan dan penanganan data pribadi.

Di Indonesia, undang-undang ini disebut Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Kita perlu memahami hak-hak kita sebagai pengguna data, seperti hak untuk mengakses, mengubah, menghapus atau menarik data pribadi kita.

Kami juga harus membaca kebijakan privasi setiap aplikasi yang kami gunakan dan memastikan aplikasi tersebut menghormati hak kami dan hanya mengumpulkan data yang relevan dan diperlukan. Jangan membesar-besarkan data.

Semakin banyak data yang kami berikan ke suatu aplikasi, semakin besar potensi data tersebut disusupi atau disalahgunakan.

Kita harus membatasi akses aplikasi ke data pribadi kita (seperti foto, kontak, lokasi, atau mikrofon) kecuali aplikasi tersebut benar-benar membutuhkannya agar dapat berfungsi dengan baik.

Kita juga harus menghapus atau menonaktifkan aplikasi yang sudah tidak kita gunakan lagi agar data kita tidak tersimpan disana.

Solusi keamanan modern menjaga data pribadi tetap aman saat online

Solusi keamanan modern dapat mencegah aplikasi mengakses informasi pribadi, memperingatkan pengguna ketika nomor telepon dan data lainnya disusupi, dan memperingatkan pengguna ketika file berbahaya diunduh.

Ada juga layanan yang dapat membantu meningkatkan keamanan data pribadi Anda dengan mengikuti petunjuk sederhana.

“Membatasi aplikasi populer telah menjadi praktik yang lebih umum dibandingkan sebelumnya,” komentar Anna Larkina, pakar analisis konten web.

Ia menambahkan, “Pengguna yang mencari alternatif tidak selalu memiliki akses ke aplikasi berkualitas dengan kebijakan privasi yang transparan.”

Berdasarkan hal di atas, pengguna Internet dapat mencegah informasi pribadinya atau informasi pribadi orang lain jatuh ke tangan yang salah.