Orangtua Wajib Waspada, Ini Tanda Anak Alami Gagal Ginjal Akut Misterius dan Harus Dilarikan ke Rumah Sakit

Wecome Korire Staurant di Website Kami!

Korire Staurant – Kasus misterius gagal ginjal akut yang sedang merebak di Indonesia menarik perhatian serius Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang telah menyusun prosedur penatalaksanaan dan penatalaksanaan di rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya. Orangtua Wajib Waspada, Ini Tanda Anak Alami Gagal Ginjal Akut Misterius dan Harus Dilarikan ke Rumah Sakit

Manajemen dan Tata Cara Gagal Ginjal Akut Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan No. dikeluarkan pada tanggal 28 September 2022 untuk meningkatkan kewaspadaan dan penyuluhan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan. sesuai dengan keputusan HK.02.02./2/I/3305/2022.

“Gagal ginjal akut pada anak terjadi pada awal tahun 2022, namun baru meningkat pada bulan September. Beberapa tindakan pencegahan telah kami lakukan, termasuk menyusun pedoman penatalaksanaan gagal ginjal akut pada anak,” kata Plt Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan dr Anti Harman. , M.H. Case, Selasa, (18/10/2022) via Korire Staurant Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak (Getty Images)

Pedoman tersebut mencakup serangkaian aktivitas yang harus dilakukan oleh dokter dan petugas kesehatan lainnya dalam merawat pasien gagal ginjal akut sesuai indikasi medis. Milenial dan Gen Z Wajib Tahu! Tips Pilih Susu Kaya Nutrisi Supaya Gak Osteoporosis di Usia Muda

Mulailah dengan diagnosis klinis. Mendiagnosis gagal ginjal akut pada anak dimulai dengan mengamati tanda dan gejala klinis yang dialami pasien.

Salah satunya adalah penurunan jumlah urin atau oliguria, yang berarti sedikit atau tidak ada urin, atau anuria, yang berarti tidak adanya urin sama sekali.

“Penurunan fungsi filtrasi atau filtrasi ginjal secara cepat dan tiba-tiba. “Hal ini biasanya ditandai dengan peningkatan konsentrasi kreatinin serum atau azotemia dan/atau tidak adanya keluaran urin sama sekali,” kata Dr. dll.

Gagal ginjal akut menyerang anak-anak berusia antara 6 bulan hingga 18 tahun, paling sering terjadi pada anak-anak.

Gejala awal berupa gejala infeksi saluran cerna dan ISPA, gejala umum berupa penurunan keluaran urin dan inkontinensia urin (BAK). Jika demikian, penyakitnya sudah stadium lanjut dan harus segera dibawa ke pusat kesehatan seperti rumah sakit.

Oleh karena itu, orang tua yang mengalami gejala-gejala tersebut di atas, terutama pada usia ini, harus secara aktif memantau tanda-tanda bahaya umum, serta jumlah dan warna urin yang berwarna gelap atau coklat di rumah. Dikatakan lebih berhati-hati. Pastikan bayi Anda mendapat cukup cairan dengan minum air putih.

“Jika anak Anda mengalami tanda dan gejala buang air kecil sedikit selama 6 hingga 8 jam sehari, segera bawa anak Anda ke pusat layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujar dr. dll.

Selama di rumah sakit, Kementerian Kesehatan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut terhadap penurunan fungsi ginjal atau kreatinin. Jika fungsi ginjal meningkat, pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan diagnosis, menilai kemungkinan etiologi dan komplikasi.

Jika hasil tes gagal ginjal akut positif, pasien dirawat di unit perawatan intensif seperti high care unit (HCU) atau pediatric intensif care unit (PICU) sesuai indikasi.

Selama proses pengobatan, fasilitas kesehatan memberikan obat-obatan dan memantau kondisi pasien selama perawatan, meliputi keseimbangan cairan dan buang air kecil, kesadaran, pernapasan kusmal, tekanan darah, dan pemeriksaan kreatinin serial setiap 12 jam. .

“Dalam pengobatannya, pasien gagal ginjal akut diberikan imunoglobulin intravena (IVIG). Sebelum diberikan, pihak rumah sakit harus mengajukan permohonan ke Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan,” kata Dr. . Dll.

Meski jumlah kasus meningkat, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat tetap tenang, selalu berhati-hati, dan waspada. Kementerian Kesehatan aktif memantau dan memantau kasus gagal ginjal akut di masyarakat untuk mengidentifikasinya sedini mungkin. Orangtua Wajib Waspada, Ini Tanda Anak Alami Gagal Ginjal Akut Misterius dan Harus Dilarikan ke Rumah Sakit

Salah satunya melalui Event Based Surveillance (SBK) Gagal Ginjal Akut dan Penyakit Menular Lainnya Sistem Peringatan Dini dalam waktu 24 jam setelah pelaporan di https://skdr.surveilans.org

Apabila faskes belum memiliki akun SKDR, dapat melaporkan ke dinas kesehatan dengan mengisi formulir Investigasi Epidemiologi (PE) yang dapat diunduh di https://skdr/surveilans.org dan dikirimkan ke PHEOC melalui WhatsApp. Nomor 087777591097 atau Email [dilindungi email] atau [dilindungi email]

“Pelaporan ini berlaku untuk semua penyakit yang berpotensi menyebar, kami berharap rumah sakit dan layanan kesehatan terkait dapat melaporkan secepatnya,” kata dr. dll.