Bukan ‘Jadwal Piket’, Organ Tubuh Kenalnya Jam Biologis! Ini Artinya

Selamat datang Korire Staurant di Website Kami!

Jakarta – Bukan ‘Jadwal Piket’, Organ Tubuh Kenalnya Jam Biologis! Ini Artinya

Ada banyak desas-desus di media sosial tentang ‘jam pengambilan’ organ. Dalam siaran bergilir disebutkan jam pemilihan bagian tubuh dibagi menjadi pagi, siang, dan malam. Jadi Opsi Perawatan Paliatif Kanker, Akupunktur Bermanfaat untuk Apa Saja?

Soal ‘jam pemanenan’ organ tubuh, dokter penyakit dalam membantahnya. Menurutnya, organ tubuh bekerja 24 jam sehari dan tidak ada waktu untuk mematuk.

Oleh karena itu, pernyataan adanya perubahan pada organ tubuh sejauh ini belum ada bukti ilmiahnya, kata dia.

Selain itu, tubuh mempunyai jam biologis atau biasa disebut ritme sirkadian. Ritme sirkadian memastikan perkembangan optimal seluruh fungsi dan proses tubuh 24 jam sehari.

Sederhananya, jam biologis atau ritme sirkadian tubuh mengatur proses-proses penting bagi tubuh, dimulai dari saat seseorang bangun dan tidur.

Dikutip dari Medical News Today, Pada manusia, ritme sirkadian adalah pola perkiraan 24 jam yang dilalui tubuh dan otak, memungkinkan terjadinya perubahan kondisi fisik dan mental tubuh, serta perubahan suasana hati dan perilaku.

Siklus tidur-bangun adalah salah satu ritme sirkadian yang paling terkenal. Orang merasa lelah di malam hari dan lebih terjaga di siang hari. Pola 24 jam inilah yang terlintas di benak kebanyakan orang ketika berbicara tentang ritme sirkadian. Bukan ‘Jadwal Piket’, Organ Tubuh Kenalnya Jam Biologis! Ini Artinya

Saat kegelapan turun, jam biologis tubuh memerintahkan sel untuk melambat. Saat malam mulai turun, hormon melatonin mulai meningkat dan memungkinkan tidur. Melatonin mencapai puncaknya sekitar jam 2-4 pagi. kemudian berkurang di pagi hari, memungkinkan untuk terjaga.

Ritme sirkadian mempengaruhi fungsi-fungsi penting dalam tubuh manusia, seperti: pola tidur nafsu makan pelepasan hormon dan suhu tubuh serta pencernaan Saksikan video “RSHS Bandung Respon Pasien Gigi Bungsu Viral Meninggal” (kna/up)